Young, Fresh and New: Reality Club [Part 1]

 
Jakarta, Anugerah Musik Indonesia – Hampir disetiap saat selalu muncul musisi-musisi baru di Indonesia. Satu lagi band indie yang akan memanjakan telinga para pecinta musik di Indonesia. Band tersebut bernama Reality Club. Band ini beranggotakan Faiz Novascotia Saripudin (gitar, vokal), Fathia Izzati (vokal), Iqbal Anggakusumah (gitar), Nugi Wicaksono (bass), dan Era Patigo (drum). Sentuhan musik yang cukup berbeda dibawakan oleh Reality Club sendiri cukup berbeda dan mampu memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia. Band yang terbentuk 2016 ini pun sudah menelurkan album pertama mereka yang bertajuk Never Get Better di tahun 2017 kemarin. Melalui lagu-lagu yang ada di dalam album pertamanya ini, Reality Club menawarkan musik yang catchy dan menyenangkan saat didengar.

Di Young, Fresh and New: Reality Club, kali ini kami memiliki kesempatan untuk dapat melakukan interview dengan Reality Club.

Perjalanan karir dan proses Reality Club

Bisa ceritakan, awal mula terjun di industri musik Indonesia?

Sebenernya ini kayak hal yang gak jelas juga kadang mulainya gimana, kayak hubungan aja; ini tuh udah jadian apa belom sih? Hehehe. Maksudnya, kami bikin musik pada awalnya cuma untuk kompilasi karya aja, biar gak mubazir. Alhamdulillah respon dan permintaan setelah rilis cukup baik, sehingga jadi dorongan juga untuk masuk ke dalam industri musik.

Apa sih yang membuat kalian yakin berkarir di industri musik?

Passion mungkin, ya. Kalau masing-masing dari kami belajar musik dari kecil dan memang ingin punya karir di musik. Titik baliknya setelah hal-hal pertama dalam karir kita: rekaman, rilis single, ngegig dsb, semuanya di luar ekspektasi kami. Sehingga dari situ, kami pikir kayaknya kalau ini (Reality Club) lanjut sangat memungkinkan.

Kalau ditanya, genre Reality Club ini apa sih?

Untuk musik, kami sendiri gak melabeli diri dengan genre tertentu, supaya kebebasan dalam proses kreatifnya terjaga. Mungkin kita mempersilakan orang lain untuk berpendapat (kalau ada yang ingin memberi genre). Tapi untuk album ‘Never Get Better’, kalau mau dikasih genre, kayaknya gak jauh-jauh dari rock-ish pop atau pop-ish rock. Beberapa lagu ada yang nge-rock, yang lain agak nge-pop. Ke depannya kami belum ada bayangan pasti, tapi semua genre kami suka kok. Mungkin ada unsur dari genre-genre tersebut yang akan dimasukin, atau mungkin juga ngga.

Kenapa memilih yakin dengan genre tersebut?

Karena suka aja, selain itu kebanyakan artis yang kami suka ada di genre itu. Faiz (gitaris-vokalis Reality Club) juga pernah belajar gitar sama Lachlan Caskey (gitaris Last Dinosaurs) waktu kuliah di Australia, jadi kemungkinan besar ada pengaruh dari sana juga.

Tanggapan keluarga kalian ketika kalian memilih berkarir di musik gimana?

Sejauh ini Alhamdulillah cukup positif dan suportif.

###

Penasaran lanjutan hasil interview kami dengan Reality Club? Simak hasil lanjutan interview kami bersama Reality Club di Young, Fresh and New: Reality Club [Part 2]

 

Never Get Better:

 
 
 

Young, Fresh and New: Rayssa Dynta [Part 1]

Related Posts

Tak ditemukan hasil apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed